Kamis, 13 September 2012

Kenali Gangguan yang Seringkali Berkaitan dengan Sistem Ekskresi


Sistem ekskresi pada intinya merupakan proses pembuangan zat-zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak dimanfaatkan lagi oleh tubuh. Pembuangan zat sisa ini terjadi pada setiap makhluk hidup, terutama manusia.
Layaknya sebuah kendaraan yang pasti membuang zat-zat hasil pembakarannya, tubuh manusiapun lazim mengeluarkan zat hasil pembakaran sari-sari makanan menjadi energi keluar dari tubuhnya yang disebut dengan limbah.
Nah, dalam proses ekskresi tersebut ada beberapa organ tubuh yang terlibat yakni ginjal, kulit, paru-paru dan juga hati. Dalam pembuangan zat sisa tersebut normalnya tidak akan menimbulkan dampak apapun terhadap kesehatan Anda.
Namun, adakalanya ketika proses ekskresi berlangsung terjadi problem pada keempat organ tubuh yang akibatnya sangat variatif. Berikut merupakan ulasan potensi gangguan yang terjadi pada saat sistem ekskresi terjadi.

Gangguan Ginjal

Sebagaimana yang diketahui bahwa penyakit ginjal ini ada beberapa macamnya, seperti batu ginjal, gagal ginjal, dan radang ginjal. Fungsi ginjal akan terganggu biasanya disebabkan oleh peradangan, infeksi bakteri, dan lainnya.
Jika ginjal rusak, maka penumpukan urea akan terjadi pada tubuh dan kalau tidak dilakukan penanganan secara tepat maka ujung-ujungnya akan berakibat pada kematian. Beberapa penyakit yang sering terjadi pada ginjal:
  • Batu Ginjal
    Penyakit batu ginjal ini disebabkan oleh terhambatnya pengeluaran urin yang diakibatkan oleh adanya endapan garam kalsium di dalam ginjal. Batu ginjal sangat mengganggu aktifitas seseorang karena menimbulkan rasa nyeri. Pengobatan untuk penyakit batu ginjal bisa dilakukan dengan sinar laser atau pembedahan yang tentunya memiliki konsekuensinya masing-masing. Adapun tujuan dari pembedahan ialah untuk membuang endapan garam kalsium yang terlalu banyak di dalam tubuh. Dan fungsi dari penyinaran laser untuk memecahkan garam kalsiumnya.
  • Gagal Ginjal
    Banyak orang khawatir ketika dokter memvonisnya terkena gagal ginjal karena memang resiko terburuk dari penyakit ini ialah kematian. Gagal ginjal terjadi jika salah satu atau semua organ ginjal sudah tidak berfungsi lagi. Kalau ada satu ginjal yang terganggu, maka beban kerjanya akan diambil alih oleh ginjal yang satunya lagi. Meski demikian, hal tersebut bisa menyebabkan penumpukan urea dalam tubuh semakin tinggi dan resikonya dapat menyebabkan kematian kalau tidak ditangani secepatnya.
  • Radang Ginjal
    Radang ginjal tak kalah mengerikannya dibandingkan gagal ginjal karena penderitanya harus melakukan cuci darah secara rutin sampai menemukan orang yang rela melakukan donor ginjal. Radang ginjal atau sering disebut dengan nefritis ini diakibatkan oleh adanya kerusakan nefron karena adanya infeksi bakteri. Kerusakan nefron tersebut berimplikasi pada kembalinya urin masuk ke dalam darah sehingga menyebabkan penyerapan air menjadi terganggu. Lama-kelamaan proses tak wajar tersebut dapat menyebabkan adanya pembengkakan pada kaki. Penyembuhannya bisa dilakukan dengan cangkok ginjal atau melakukan cuci darah secara berkala yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Gangguan Hati

Penyakit yang berkaitan dengan hati biasanya hepatitis dan penyakit kuning. Yang menjadi penyebab utama gangguan pada hati ini ialah adanya infeksi virus, tidak bekerjanya empedu, dan hati.
  • Hepatitis
    Hepatitis merupakan radang hati yang disebabkan oleh serangan virus. Dalam klasifikasinya, hepatitis ini memiliki dua macam yakni hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis B memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi dibandingkan hepatitis A. Untuk pencegahannya biasanya dilakukan dengan vaksinasi.
  • Penyakit Kuning
    Penyakit kuning yang juga banyak menyerang masyarakat disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang harusnya mengalir ke usus dua belas jari, malah masuk ke dalam darah. Orang yang menderita penyakit kuning kulitnya akan tampak menguning, kuku jarinya berawarna kuning, juga bola matanya berwarna kekuningan.

Gangguan Paru-paru

Beberapa gangguan pada paru-paru biasanya kanker paru-paru, TBC, pneumonia, dan juga asma. Penyebab utama yang membuat paru-paru terganggu ialah adanya infeksi virus dan bakteri serta polusi udara.
  • TBC (Tuberculosis)
    Hati-hati dengan TBC karena bisa menyebabkan kematian jika tidak didiagnosa dan diberikan penanganan yang tepat. TBC disebabkan oleh serangan bakteri mycobacterium tuberculosis. Bakteri ganas ini menyerang bagian paru-paru sehingga terlihat pada alveolus ada bintil-bintil. Sebagian besar orang yang menderita TBC tidak mengalami gejala permulaan, dan hal ini yang mesti diwaspadai. Keadaan tersebut disebut dengan latent tuberculosis yang apabila tidak segera mendapatkan pengobatan maka akan berkembang menjadi active tuberculosis.
  • Asma
    Anda sering menderita sesak ketika bernafas? Hati-hati karena bisa saja Anda terserang penyakit asma. Asma atau yang dikenal dengan bengek disebabkan oleh bronkopasme. Penyakit asma merupakan keadaan menyempitnya saluran pernafasan utama pada paru-paru. Namun, jangan khawatir karena asma tidak menular dan bersifat turunan.
  • Pneumonia
    Penyakit yang terjadi pada paru-paru ini terjadi karena terhambatnya oksigen akibat terlalu banyak cairan pada alveolus.

Gangguan Kulit

Meski kelihatannya ringan, namun ada juga beberapa gangguan pada kulit yang cukup membahayakan. Gangguan kulit yang biasanya terjadi ialah sebagai berikut:
  • Psoriasis
    Penyakit kulit ini memiliki gejala seperti kulit berwarna kemerahan pada bagian kulit kepala, punggung, lutut, maupun sikut. Proriasis ini belum bisa disembuhkan secara total, namun dengan melakukan perawatan dan pengobatan secara teratur maka gejala kulit kemerahan akan menjadi tidak tampak.
  • Kanker Kulit
    Kanker kulit biasanya terjadi pada orang-orang yang berkulit putih atau terang. Penyebabnya ialah kadar penerimaan sinar matahari yang overload oleh kulit. Pencegahannya bisa dilakukan dengan menggunakan tabir surya dan menghindari sorotan sinar matahari secara langsung.
Gangguan yang terjadi pada organ-organ tubuh di atas merupakan penyakit yang berkaitan dengan sistem ekskresi manusia. Untuk meminimalisir terjadinya gangguan sebagaimana disebutkan di atas, bisa dilakukan dengan mengkonsultasikan dan memeriksakan diri ke dokter apabila ada gejala-gejala yang tidak seperti biasanya dirasakan atau muncul di dalam tubuh.
Untuk beberapa penyakit yang menimbulkan gejala seperti kanker kulit, psoriasis, dan lainnya bisa kita identifikasi sendiri dan segera diberikan penanganan. Namun untuk beberapa penyakit yang tidak menimbulkan gejala seperti TBC atau pneumonia tentunya diperlukan bantuan pihak medis untuk mengetahui penyakit-penyakit tersebut bersarang di tubuh atau tidak.

0 komentar:

Poskan Komentar